RSS
Write some words about you and your blog here

The Sutuynomics ; curhat edisi 3 Juli 2012

3 juli 2012

numpang curhat- setelah baca artikel karya charles i jones ttg the global financial crisis, tiba2 terbersit ide ttg 'balance-sheet kehidupan'. salah satu faktor terjadinya financial crisis adalah leverage dimana rasio liabiltiesnya terlalu besar dibanding capital yg dia punya. leverage ini bisa memperbesar keuntungn shareholders di satu sisi tapi mempercepat insolvent atau bankrupt di sisi yg lain. kalau kita asumsikan liability itu sebagai kewajiban yg harus kita tunaikan sebagai hamba Allah dan asset itu sebagai hak kita. konsekwensi logisnya adalah jangan sampai kewajiban kita terlalaikan, jika tidak nominal liabilitynya akan terus semakin besar dan bisa2 kita menjadi org yg bankrupt. so, keduanya harus kita seimbangkan. hapunten sihapunten ieu mah ngacapruk alias ngacaprak, wallohu'alam

The Sutuynomics ; Curhat edisi 29 juni 2012

29 juni 2012

Numpang curhat- sila ditanggapi klo mau. Menarik sekali membaca tulisan Ben Fine and lourance harris ttg ideology and market kata mereka Academic theorists bersembunyi dibalik topeng theoretical discourse biar tdk dibilang 'budak' particular material interest. Mereka hanya menciptakan kontradiksi teori biar terlihat ada modifikasi padahal intinya tidak keluar dari embahnya kapitalis adam smith dgn jargonnya the efficiency of markets' invisible hand dan teorinya jean baptis say ttg the impossibility of general involuntary unemployment. Dan kata2 terakhirnya begitu menarik "wajah para akademisi dgn para kapitalis itu SAMA' entah sama bejatnya atau sama apanya wallohu 'alam. Klo tafsiran sy terlalu lebay sila di recek judulnya ideology and market: economic theory and 'the new right'

The Sutuynomics ; curhat edisi 28 Mei 2012

28 mei 2012

Kawan2 yg budiman mohon maaf mengganggu ujiannya, tapi klo ada yg sempet baca ini tolong dikomentari ya, sy penasaran bgt nih, Skrg sy lg baca jurnal beng soon chong yg berjudul "islamic banking: interest-free or interest-based?" Intinya dijurnal ini ia mengatakan bahwa islamic banking itu tdk jauh beda dgn conventional karena porsi profit and loss sharing paradigm yg diwakili akad musyarokah dan mudhorobah itu sangat kecil dibanding dgn Non PLS paradigm yg diwakili akad murobahah, lantas apa bedanya? Jawaban yg ada di kesadaran sy saat ini adalah Lagi2 yg pertama klo kata Prof Aslam ya fondasinya yg berbeda, karna kita pake islamic worldview, yg kedua ya seperti biasa tolong dipahami spiritnya, karna kita tidak bisa merubah langsung secara total, tapi berupaya gradually step by step ke arah yg tdk hanya allowed by syari'ah tapi harus bisa menjadi alternative terbaik instead of conventional, sampai saat ini reason sy cuma sampe disitu untuk meyakinkan hati bahwa kita tidak salah menjadi pejuang ekonomi syari'ah meskipun wajahnya belum murni banget syari'ah. Nah kira2 temen2 ada tambahan alasan gak supaya kita bisa lebih yakin lagi jadi pejuang ekonomi syari'ah dan bisa meyakinkan orang lain yg masih conventional-minded, afwan wa syukron atas tanggapannya