RSS
Write some words about you and your blog here
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Dua Tujuh

----Dua Tujuh ----

Kawan Tak terasa...
Engkau semakin senja...
Dua tujuh hanyalah angka
Kerangkeng masa kerangka usia

Syukur


6 oktober 2012
 
saat ini hanya secarik puisi tempat kita berlari
memecah tabu mengikis rindu
Singgasana itu masih disana
merangsang raga mengiris-ngiris altar jiwa
Meskipun hanya patahan kata
tapi ia sangat membutuhkannya
meski kou rasa lelah, percayalah
kata akan tetap indah
Semanis alfabetis
malam ini kou urai begitu magis
Kata syukur yang kou ucap
membuahkan rasa harap, bukan padamu!
tapi padaNya yang Maha Tahu

Muhasabah Mina-Muzdalifah

Bismillahi Allohu akbar
Ku lambaikan tangan mencoba tegar
Berputar searah bumi
Menapaki jejak membaca setiap langkah diri

Saat Kaki kanan kulangkahkan
Kuraba hati membaca jiwa perjalanan
Air mata membasahi kalam-kalam do'a tercecer membentuk bulir-bulir cinta

muhasabah dekat ka'bah

menela'ah kontradiksi
Yg beredar diseputar diri
Dualitas yg semakin mengeras
Membuat topeng ini semakin jelas

Elastisitas ketundukan
Lambat laun menegasi berkebalikan
Kubaca rerupa mantra
Malah wujudnya semakin berwarna

Penantian

Ingin sekali ku puisikan
Kerlingan matamu dalam putihnya lembaran
Namun lidahku kelu tanganku pun kaku
Memandang jauh hamparan waktu

Pagi membangunkan sepi
Selimut dinginnya menutup merasuk ke ulu hati
Tak ada kicau burung yang riang bernyanyi diatas puncak
Yang ada hanya tangkai retak yang tak bias terpijak

SUTUY

jika para sutuy bertemu
rerupa jemu enggan bertamu
hanya ada tawa
membahak merusak jelaga

jika para sutuy berkumpul
warnawarni senyum pun tersimpul
mengepulkan kesumat bisu
mengepalkan keramat jitu

Aku Kamu Kita Kalian

Aku kamu kita kalian
Menjelma teka teki yg tak terpecahkan
Karna Rasa yang mencitra tak berskema
Berceritra mengguratkan beragam wajah makna

Aku kamu kita kalian
Meraba jejak dalam setiap rangkaian
Nirjarak yang menyeruak dibalik yang tampak
Membuka cakra setiap kita mewujud segala hendak

Gerak Jiwa


gerak jiwa seketika membeku
karena latar ceritanya terwarnai nafsu
sang kelanapun hanya bisa membisu
ketika jalan panjangnya hanya mengepulkan pernak pernik debu
kata 'hanya' seolah batas kepenuhan
menapikan warna warni yang tak berkesudahan
ia pasrahkan dalam lika liku yg menyejarah
pesona keragamannya tergenggam lumrah
ahhh..lagi-lagi kita memang hanya para pencari
mencoba memecah misteri memapah mutiara Ilahi
berharap bisa mengisi dahaga jiwa
mereguk jernihnya cita dan cinta
fan....
teruslah berjalan..!!!!

vans 14 Maret 2011

Cerita Sederhana



Pagi ini diawali dgn Langkah sederhana
Seperti biasa, canda tawa bumbu penyedapnya
Nampak cantik dengan kehangatan teh tarik
Ditambah senarai roti canai, santaipun semakin artistik

Ternyata buku ‘kita’
Punya keunikan ditiap lembarnya
Dari mulai yg suka kata, nada,
Jenaka, sampai urusan Negara

Ngigau dari Danau

Ngigau dari Danau
(celoteh calon ekonom)

Kudengar celoteh nashr yg berteori di pagi hari
Berharap semangat terus berinflasi
Ada lagi ekspor impor gagasan
Surplus pahala yang diusahakan

Memori di Januari

Memori di Januari

Selalu kudengar kicau parau
Membisingkan lamunan mengigau galau
Sampai kodok pun unjuk rasa
Meriuhkan malam yang bertanya
Hendak kemana?
Ia masih disana
Asyik bercengkrama dengan segala
Sementara aku disini
Terus mewarnai diri dan imaji

kata kita: kala bersama

kata kita: 
kala bersama @09 Januari 2011
Fauzul:
Sebelum lupa pada fitrah
dilingkaran itu kita membagi inspirasi
menggapai lebih tinggi
Ada nasihat, yang membuat kita lebih dekat
Kita sadari, disini sekedar penghentian,
sekedar menumbuhkan, sekedar mengembangkan,
dan sekedar membersihkan.
Menyiapkan diri kembali menelurusi sudut bumi, mewarnai latar peradaban.
Si Nafri Mengejar Mimpi dan Den Mas Grandis yuk bersiap berangkat pagi ini..:)
Hingga jannah dan ridhaNya menjadi ujung pemberhentian kita.
Bertemulah kita dalam kebahagiaan yang menyempurna. Amin.

LABUDDA

LABUDDA

Gerimis membasahi jentik mata
Yang sedari tadi sulit terbuka
Kabut hampa menghalau jiwa
Hanya ada ratap selepas tawa

Nafri..
kabarkan pada diri
Labudda duna syahdi
Min ‘ibari al-nakhli

Nafas Perjalanan

Nafas perjalanan

lagu lama kembali menggema
mengikis cita merenggangkan nyata
huhhhhh.........
helaan nafas terus menjauh
semakin jauhhh......
entah tersungkur jatuh
atau merengkuh kukuh..
aku masih berdiri
bernafas meniti pasti
vans@040111

Para Pahlawan Devisa

Para Pahlawan Devisa

Setiap saat selalu kusapa
Senyum ramah sejukan jiwa
Kujabat dan kucium tangan-tangan mereka
Dengannya sanak saudara
nun jauh sebrang sana
Bisa hidup bahagia

Untukmu Ibu

Ibu..
Do’amu seluas semesta
melintasi sejuta rasa,
Melampaui lapisan asa dan masa
Kadang turun hujan air mata
Menyuburkan kerontang bumi cinta

Pagi dan malam yang ter-kata-kan

Malam ini ..
Daun memeluk tangkai begitu mesra
Mengeja rasa pendar cahaya
Mengajaku bercengkrama menjauhi sepi
Menegasi gulita hati

Ahhhh...
Simpul senyumpun merekah
Lemah tapi indah..
Memapah langkah yang melemah

vans@langkah lelah@161210


pagi menyeret imaji ke satu sisi

mencari patahan satu dari rupa kesekian

tenggat waktu merambat begitu cepat

menjalari belukar tegar tapi liar

aneka fatwa terserak kutepis mengelak

biakan saja mereka asal bukan kita dan saya

vans@141210





Ruang Sesal

Ruang Sesal

Itukah yang kau sebut warna???
Hanya gulita..
Bahkan semesta pun murka...

Terus Mencari

Terus Mencari

kaki terus berjalan
menyusuri helai jalan yang tertutupi daun berserakan

sesekali melirik batu caves yang kukuh membisu
karena disini Tapak Tuhan mulai layu

Ziarah Rasa

Ziarah Rasa

Embun masih menetes dari pucuk daun
membasahi tanah-tanah sejarah
di dalamnya sejuta rasa pun tertimbun
batu nisan bergetar membaca pesan
"jangan pernah kou sia-siakan kesempatan"
do'a-do'a kupanjatkan pada-Nya
tak kuasa ku tahan air mata
diatas batu nisan para leluhur
kupahatkan tekadku takkan mundur

vans@pinggir kuburan abah 261110