Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Syukur
6 oktober 2012
saat ini hanya secarik puisi tempat
kita berlari
memecah tabu mengikis rindu
Singgasana itu masih disana
merangsang raga mengiris-ngiris
altar jiwa
Meskipun hanya patahan kata
tapi ia sangat membutuhkannya
meski kou rasa lelah, percayalah
kata akan tetap indah
Semanis alfabetis
malam ini kou urai begitu magis
Kata syukur yang kou ucap
membuahkan rasa harap, bukan padamu!
tapi padaNya yang Maha Tahu
Muhasabah Mina-Muzdalifah
Bismillahi Allohu akbar
Ku lambaikan tangan mencoba tegar
Berputar searah bumi
Menapaki jejak membaca setiap langkah diri
Saat Kaki kanan kulangkahkan
Kuraba hati membaca jiwa perjalanan
Air mata membasahi kalam-kalam do'a tercecer membentuk bulir-bulir cinta
Ku lambaikan tangan mencoba tegar
Berputar searah bumi
Menapaki jejak membaca setiap langkah diri
Saat Kaki kanan kulangkahkan
Kuraba hati membaca jiwa perjalanan
Air mata membasahi kalam-kalam do'a tercecer membentuk bulir-bulir cinta
muhasabah dekat ka'bah
menela'ah kontradiksi
Yg beredar diseputar diri
Dualitas yg semakin mengeras
Membuat topeng ini semakin jelas
Elastisitas ketundukan
Lambat laun menegasi berkebalikan
Kubaca rerupa mantra
Malah wujudnya semakin berwarna
Yg beredar diseputar diri
Dualitas yg semakin mengeras
Membuat topeng ini semakin jelas
Elastisitas ketundukan
Lambat laun menegasi berkebalikan
Kubaca rerupa mantra
Malah wujudnya semakin berwarna
Penantian
Ingin sekali ku puisikan
Kerlingan matamu dalam putihnya lembaran
Namun lidahku kelu tanganku pun kaku
Memandang jauh hamparan waktu
Pagi membangunkan sepi
Selimut dinginnya menutup merasuk ke ulu hati
Tak ada kicau burung yang riang bernyanyi diatas puncak
Yang ada hanya tangkai retak yang tak bias terpijak
SUTUY
jika para sutuy bertemu
rerupa jemu enggan bertamu
hanya ada tawa
membahak merusak jelaga
jika para sutuy berkumpul
warnawarni senyum pun tersimpul
mengepulkan kesumat bisu
mengepalkan keramat jitu
rerupa jemu enggan bertamu
hanya ada tawa
membahak merusak jelaga
jika para sutuy berkumpul
warnawarni senyum pun tersimpul
mengepulkan kesumat bisu
mengepalkan keramat jitu
Aku Kamu Kita Kalian
Aku kamu kita kalian
Menjelma teka teki yg tak terpecahkan
Karna Rasa yang mencitra tak berskema
Berceritra mengguratkan beragam wajah makna
Aku kamu kita kalian
Meraba jejak dalam setiap rangkaian
Nirjarak yang menyeruak dibalik yang tampak
Membuka cakra setiap kita mewujud segala hendak
Gerak Jiwa
gerak jiwa seketika membeku
karena latar ceritanya terwarnai nafsu
sang kelanapun hanya bisa membisu
ketika jalan panjangnya hanya mengepulkan pernak pernik debu
kata 'hanya' seolah batas kepenuhan
menapikan warna warni yang tak berkesudahan
ia pasrahkan dalam lika liku yg menyejarah
pesona keragamannya tergenggam lumrah
ahhh..lagi-lagi kita memang hanya para pencari
mencoba memecah misteri memapah mutiara Ilahi
berharap bisa mengisi dahaga jiwa
mereguk jernihnya cita dan cinta
fan....
teruslah berjalan..!!!!
vans 14 Maret 2011
Cerita Sederhana
Pagi ini diawali dgn Langkah sederhana
Seperti biasa, canda tawa bumbu penyedapnya
Nampak cantik dengan kehangatan teh tarik
Ditambah senarai roti canai, santaipun semakin artistik
Ternyata buku ‘kita’
Punya keunikan ditiap lembarnya
Dari mulai yg suka kata, nada,
Jenaka, sampai urusan Negara
Ngigau dari Danau
Ngigau dari Danau
(celoteh calon ekonom)
Kudengar celoteh nashr yg berteori di pagi hari
Berharap semangat terus berinflasi
Ada lagi ekspor impor gagasan
Surplus pahala yang diusahakan
Memori di Januari
Memori di Januari
Selalu kudengar kicau parau
Membisingkan lamunan mengigau galau
Sampai kodok pun unjuk rasa
Meriuhkan malam yang bertanya
Hendak kemana?
Ia masih disana
Asyik bercengkrama dengan segala
Sementara aku disini
Terus mewarnai diri dan imaji
kata kita: kala bersama
kata kita:
kala bersama @09 Januari 2011
Fauzul:
Sebelum lupa pada fitrah
dilingkaran itu kita membagi inspirasi
menggapai lebih tinggi
Ada nasihat, yang membuat kita lebih dekat
Kita sadari, disini sekedar penghentian,
sekedar menumbuhkan, sekedar mengembangkan,
dan sekedar membersihkan.
Menyiapkan diri kembali menelurusi sudut bumi, mewarnai latar peradaban.
Si Nafri Mengejar Mimpi dan Den Mas Grandis yuk bersiap berangkat pagi ini..:)
Hingga jannah dan ridhaNya menjadi ujung pemberhentian kita.
Bertemulah kita dalam kebahagiaan yang menyempurna. Amin.
LABUDDA
LABUDDA
Gerimis membasahi jentik mata
Yang sedari tadi sulit terbuka
Kabut hampa menghalau jiwa
Hanya ada ratap selepas tawa
Nafri..
kabarkan pada diri
Labudda duna syahdi
Min ‘ibari al-nakhli
Nafas Perjalanan
Nafas perjalanan
lagu lama kembali menggema
mengikis cita merenggangkan nyata
huhhhhh.........
helaan nafas terus menjauh
semakin jauhhh......
entah tersungkur jatuh
atau merengkuh kukuh..
aku masih berdiri
bernafas meniti pasti
vans@040111
lagu lama kembali menggema
mengikis cita merenggangkan nyata
huhhhhh.........
helaan nafas terus menjauh
semakin jauhhh......
entah tersungkur jatuh
atau merengkuh kukuh..
aku masih berdiri
bernafas meniti pasti
vans@040111
Para Pahlawan Devisa
Para Pahlawan Devisa
Setiap saat selalu kusapa
Senyum ramah sejukan jiwa
Kujabat dan kucium tangan-tangan mereka
Dengannya sanak saudara
nun jauh sebrang sana
Bisa hidup bahagia
Setiap saat selalu kusapa
Senyum ramah sejukan jiwa
Kujabat dan kucium tangan-tangan mereka
Dengannya sanak saudara
nun jauh sebrang sana
Bisa hidup bahagia
Untukmu Ibu
Ibu..
Do’amu seluas semesta
melintasi sejuta rasa,
Melampaui lapisan asa dan masa
Kadang turun hujan air mata
Menyuburkan kerontang bumi cinta
Do’amu seluas semesta
melintasi sejuta rasa,
Melampaui lapisan asa dan masa
Kadang turun hujan air mata
Menyuburkan kerontang bumi cinta
Pagi dan malam yang ter-kata-kan
Malam ini ..
Daun memeluk tangkai begitu mesra
Mengeja rasa pendar cahaya
Mengajaku bercengkrama menjauhi sepi
Menegasi gulita hati
Ahhhh...
Simpul senyumpun merekah
Lemah tapi indah..
Memapah langkah yang melemah
vans@langkah lelah@161210
pagi menyeret imaji ke satu sisi
mencari patahan satu dari rupa kesekian
tenggat waktu merambat begitu cepat
menjalari belukar tegar tapi liar
aneka fatwa terserak kutepis mengelak
biakan saja mereka asal bukan kita dan saya
vans@141210
Daun memeluk tangkai begitu mesra
Mengeja rasa pendar cahaya
Mengajaku bercengkrama menjauhi sepi
Menegasi gulita hati
Ahhhh...
Simpul senyumpun merekah
Lemah tapi indah..
Memapah langkah yang melemah
vans@langkah lelah@161210
pagi menyeret imaji ke satu sisi
mencari patahan satu dari rupa kesekian
tenggat waktu merambat begitu cepat
menjalari belukar tegar tapi liar
aneka fatwa terserak kutepis mengelak
biakan saja mereka asal bukan kita dan saya
vans@141210
Terus Mencari
Terus Mencari
kaki terus berjalan
menyusuri helai jalan yang tertutupi daun berserakan
sesekali melirik batu caves yang kukuh membisu
karena disini Tapak Tuhan mulai layu
kaki terus berjalan
menyusuri helai jalan yang tertutupi daun berserakan
sesekali melirik batu caves yang kukuh membisu
karena disini Tapak Tuhan mulai layu
Ziarah Rasa
Ziarah Rasa
Embun masih menetes dari pucuk daun
membasahi tanah-tanah sejarah
di dalamnya sejuta rasa pun tertimbun
batu nisan bergetar membaca pesan
"jangan pernah kou sia-siakan kesempatan"
do'a-do'a kupanjatkan pada-Nya
tak kuasa ku tahan air mata
diatas batu nisan para leluhur
kupahatkan tekadku takkan mundur
vans@pinggir kuburan abah 261110
Embun masih menetes dari pucuk daun
membasahi tanah-tanah sejarah
di dalamnya sejuta rasa pun tertimbun
batu nisan bergetar membaca pesan
"jangan pernah kou sia-siakan kesempatan"
do'a-do'a kupanjatkan pada-Nya
tak kuasa ku tahan air mata
diatas batu nisan para leluhur
kupahatkan tekadku takkan mundur
vans@pinggir kuburan abah 261110


