RSS
Write some words about you and your blog here

Taman “Pencerahan”

Taman “Pencerahan”


Malam itu disebuah taman
Aku datang menggandeng hujan
Mendengar retorika yang dibaca
Kekinian yang dipuja

Dahulu hanya tabu
Berlalu bagai debu
Walau hidup disatu sisi
Keberulangan yang abadi

Berdiri dalam kredo
Dua isme berwajah neo
Bila tak ada pencerahan
Baginya kematian

Membelah batu
Memecah buntu
Mengharu biru
Walau membabu

Kubaca saripati kata
Penafsiran mutlak adanya
Memenggal ukuran
Pada baju kepantasan

Rupa manusia Begitu mulia
Dengan akal yang kadang binal
Beraneka warna
Tak kenal final

Nuraniku takkan kelu
Mencari dan bertahan
Mana yang tercium BAU
dihidungMu, Tuhan.....


By: aku yang terus berjalan
dalam pencarian dan perubahan

vans@saung damai
03 Maret 2010





Silatulma’na Bersama Cesillia

Silatulma’na Bersama Cesillia

------------------------
Cesillia ces

Tautan ini menjadikan kita saling kenal
Aku mengenalmu kau mengenalku
Dari sepi dan bayang-bayang waktu
Diantara kode-kode matrix dan layar monitor

Dari ruang kosong tempat kunang-kunang berbagi
Kegelapan dengan nyala lampu dijemari
Kita ketik kata saling sapa
Saling goda saling cerita
Berbagi kasih semesta sayang sesama

Semoga kebaikan selalu kita dahulukan
Menjadikan kita manusia yang penuh harap
Melangkah dikeseharian kita

Terimakasih sukses selalu digiatmu bersama cita, cinta dan harap
Engkau yang slalu bersinergi pada alam dan sang pencipta

Salam manis
Cesi
---------------------
Dikeesokan hari
Diranumnya pagi
Kubaca tautan ini

Sekat ruang dan waktu
Lebur membisu
Melihat kata, sapa, kita dalam cumbu

Saat ini
Masih kubuka lembaran-lembaran suci
Selaksa do’a pun belum terhenti

Lantas kutitipkan pada embun
Pada rimbunnya daun
Pada sejuk yang melantun

dzikir semesta pada sang Maha
buat kita sang pecinta
fana dalam kata dan makna


salam silaturahmi
irfan









Gedung Putih

Gedung Putih

Adzan merekah
Membawa titah
Membasuh lelap gundah
Bertautan tumpah ruah

Mataku terperanjat
Menatap khidmat
Menerobos kabut bersih
Membingkai gedung putih

Terdengar alunan puji
Terucap abdau bil hamdi
Tertuju pada sang baginda
Mushaliyan ‘ala nabiyyil musthofa

Sanad tak pernah terlupa
Selalu ada wabihi ilaihi qala
Merunut jalur para rawi
Memapah kami pada sang Nabi

Ia tak pernah istirahat
Jejali kami dengan nasihat
Jernihnya kata la tamutunna
Bagai embun illa wa antum katibun

Dari gedung itu kucuri ilmu
Mengendap menguping tiap waktu
Dari jendela yang tak berkaca
Mantra Suf hadza merasuk menampar jiwa

vans@saung damai 010210