Taman “Pencerahan”
Malam itu disebuah taman
Aku datang menggandeng hujan
Mendengar retorika yang dibaca
Kekinian yang dipuja
Dahulu hanya tabu
Berlalu bagai debu
Walau hidup disatu sisi
Keberulangan yang abadi
Berdiri dalam kredo
Dua isme berwajah neo
Bila tak ada pencerahan
Baginya kematian
Membelah batu
Memecah buntu
Mengharu biru
Walau membabu
Kubaca saripati kata
Penafsiran mutlak adanya
Memenggal ukuran
Pada baju kepantasan
Rupa manusia Begitu mulia
Dengan akal yang kadang binal
Beraneka warna
Tak kenal final
Nuraniku takkan kelu
Mencari dan bertahan
Mana yang tercium BAU
dihidungMu, Tuhan.....
By: aku yang terus berjalan
dalam pencarian dan perubahan
vans@saung damai
03 Maret 2010
Silatulma’na Bersama Cesillia
Diposting oleh
coretan vans
on Senin, 01 Maret 2010
/
Comments: (0)
Silatulma’na Bersama Cesillia
------------------------
Cesillia ces
Tautan ini menjadikan kita saling kenal
Aku mengenalmu kau mengenalku
Dari sepi dan bayang-bayang waktu
Diantara kode-kode matrix dan layar monitor
Dari ruang kosong tempat kunang-kunang berbagi
Kegelapan dengan nyala lampu dijemari
Kita ketik kata saling sapa
Saling goda saling cerita
Berbagi kasih semesta sayang sesama
Semoga kebaikan selalu kita dahulukan
Menjadikan kita manusia yang penuh harap
Melangkah dikeseharian kita
Terimakasih sukses selalu digiatmu bersama cita, cinta dan harap
Engkau yang slalu bersinergi pada alam dan sang pencipta
Salam manis
Cesi
---------------------
Dikeesokan hari
Diranumnya pagi
Kubaca tautan ini
Sekat ruang dan waktu
Lebur membisu
Melihat kata, sapa, kita dalam cumbu
Saat ini
Masih kubuka lembaran-lembaran suci
Selaksa do’a pun belum terhenti
Lantas kutitipkan pada embun
Pada rimbunnya daun
Pada sejuk yang melantun
dzikir semesta pada sang Maha
buat kita sang pecinta
fana dalam kata dan makna
salam silaturahmi
irfan
------------------------
Cesillia ces
Tautan ini menjadikan kita saling kenal
Aku mengenalmu kau mengenalku
Dari sepi dan bayang-bayang waktu
Diantara kode-kode matrix dan layar monitor
Dari ruang kosong tempat kunang-kunang berbagi
Kegelapan dengan nyala lampu dijemari
Kita ketik kata saling sapa
Saling goda saling cerita
Berbagi kasih semesta sayang sesama
Semoga kebaikan selalu kita dahulukan
Menjadikan kita manusia yang penuh harap
Melangkah dikeseharian kita
Terimakasih sukses selalu digiatmu bersama cita, cinta dan harap
Engkau yang slalu bersinergi pada alam dan sang pencipta
Salam manis
Cesi
---------------------
Dikeesokan hari
Diranumnya pagi
Kubaca tautan ini
Sekat ruang dan waktu
Lebur membisu
Melihat kata, sapa, kita dalam cumbu
Saat ini
Masih kubuka lembaran-lembaran suci
Selaksa do’a pun belum terhenti
Lantas kutitipkan pada embun
Pada rimbunnya daun
Pada sejuk yang melantun
dzikir semesta pada sang Maha
buat kita sang pecinta
fana dalam kata dan makna
salam silaturahmi
irfan
Gedung Putih
Diposting oleh
coretan vans
on Minggu, 28 Februari 2010
/
Comments: (0)
Gedung Putih
Adzan merekah
Membawa titah
Membasuh lelap gundah
Bertautan tumpah ruah
Mataku terperanjat
Menatap khidmat
Menerobos kabut bersih
Membingkai gedung putih
Terdengar alunan puji
Terucap abdau bil hamdi
Tertuju pada sang baginda
Mushaliyan ‘ala nabiyyil musthofa
Sanad tak pernah terlupa
Selalu ada wabihi ilaihi qala
Merunut jalur para rawi
Memapah kami pada sang Nabi
Ia tak pernah istirahat
Jejali kami dengan nasihat
Jernihnya kata la tamutunna
Bagai embun illa wa antum katibun
Dari gedung itu kucuri ilmu
Mengendap menguping tiap waktu
Dari jendela yang tak berkaca
Mantra Suf hadza merasuk menampar jiwa
vans@saung damai 010210
Adzan merekah
Membawa titah
Membasuh lelap gundah
Bertautan tumpah ruah
Mataku terperanjat
Menatap khidmat
Menerobos kabut bersih
Membingkai gedung putih
Terdengar alunan puji
Terucap abdau bil hamdi
Tertuju pada sang baginda
Mushaliyan ‘ala nabiyyil musthofa
Sanad tak pernah terlupa
Selalu ada wabihi ilaihi qala
Merunut jalur para rawi
Memapah kami pada sang Nabi
Ia tak pernah istirahat
Jejali kami dengan nasihat
Jernihnya kata la tamutunna
Bagai embun illa wa antum katibun
Dari gedung itu kucuri ilmu
Mengendap menguping tiap waktu
Dari jendela yang tak berkaca
Mantra Suf hadza merasuk menampar jiwa
vans@saung damai 010210
