RSS
Write some words about you and your blog here

ISLAMIC BANKING AND FINANCE IN BAHRAIN

Mau tau tentang islamic banking and finance di Bahrain? Alhamdulillah Pada hari jum’at 28 Januari 2011, ISEFID  mengadakan sharing perkembangan ekonomi Islam di Bahrain yang menghadirkan narasumber seorang senior lecturer and academic advisor for islamic finance department di University College Bahrain (UCB), yaitu Sutan Emir Hidayat. 

Sebelum membahas tentang institusi keuangannya, Bang Emir menceritakan tentang negara Bahrain terlebih dahulu. Negara beribu kota Manama ini memiliki penduduk sekitar 738,004 (july 2010) , jumlah foreignersnya cukup banyak yaitu sekitar 283,549 jiwa. Ada dua kelompok keagamaan yang mendominasi  kaum Sunni kira-kira 45 % dan syi’ah 55 %. penduduknya cukup makmur dengan GDP per capita pada 2010 sebesar USD 40,000. 

Jama'ah mana yang anda pilih?

Jama'ah mana yang anda pilih?
(coretan Grand Halaqah IIUM)

“ Salam. Ikhwahfillah diharapkan hadir pada acara Grand-Halaqah, hari ini (05 Feb. 11), jam 10 pagi-selesai. Venue: mesjid IIUM, level 3. Semoga Allah meringankan kaki antum menuju mesjid”, itulah sms pertama yang masuk hari ini saat pagi masih agak enggan berdiri, daun-daun pun masih diselimuti embun. Singkat cerita saya pun melangkahkan kaki pada waktu yang ditentukan (meskipun agak telat dikit).

Makan dulu atau shalat dulu?

Makan dulu atau shalat dulu?
(Coretan dari workshop of character building)

Pada hari jum’at 04 Februari 2011, saya mengikuti workshop of character building bersama DR. Mustafa Umar, Lc. MA. Intinya beliau menyampaikan beberapa point yang harus dimiliki untuk membentuk karakter yang baik yaitu: ilmu, amal, ikhlas, kesungguhan, pengorbanan, istiqomah, saling mengenali, saling menutupi kekurangan, saling menggabungkan kelebihan, dan saling mempercayai.

Pada sesi penjelasan atau pemaparan materi, Ustadz Umar mengatakan bahwa salah satu hal yang bisa kita lihat apakah karakter teman kita baik atau tidak adalah dengan melihat perilaku mereka. Contohnya ketika kita dihadapkan pada situasi dimana ada makanan dihidangkan tapi tak lama kemudian adzan berkumandang, kata ustadz, ketika kawan kita memilih menyantap makanan dari pada pergi ke mesjid berarti karakternya bisa di judge kurang baik.